Inilah Game Esports yang Dipertandingkan di Asian Games 2022, Tidak Ada Mobile Legends?

Kemarin, Rabu 9 September 2021, Asian Electronic Sports Federation (AESF) secara resmi mengumumkan daftar game yang dipertandingkan di dalam Asian Games Hangzhou 2022.

Lewat sebuah postingan di media sosial, AESF mengumumkan total 10 game untuk dipertandingkan di Asian Games Hangzhou 2022. Sepuluh game tersebut terdiri dari 8 game sebagai offical titles dan 2 game sebagai demonstration title.

Ketidakhadiran Mobile Legends mungkin jadi satu hal yang disayangkan bagi para penggemar game esports di Indonesia. Dengan ini, maka sepuluh game yang dipertandingkan di dalam Asian Games Hangzhou 2022 nanti adalah.

Sumber: Official Page AESF
  • Arena of Valor (Asian Games Version)
  • Dota 2
  • Dream Three Kingdom 2
  • EA Sports FIFA branded soccer games
  • HearthStone
  • League of Legends
  • PUBG Mobile (Asian Games Version)
  • Street Fighter V
  • Demonstration – AESF Robot Masters
  • Demonstration – AESF VR Sports

Kenapa Tidak Ada Mobile Legends di Cabang Esports Asian Games HangZhou 2022?

Kehadiran esports di dalam multi-sports event seperti SEA Games, Asian Games, atau bahkan Olimpiade memang jadi satu hal yang selalu sulit untuk dipastikan. Biasanya, penentuan tersebut melibatkan diskusi panjang dengan berbagai kepentingan yang terlibat di dalamnya.

Sepanjang apa diskusinya? Bayangannya mungkin seperti ini.

Pertama, menentukan apakah esports masuk ke dalam multi-sports event saja sudah melibatkan diskusi yang sangat panjang. Negara-negara di Asia cenderung lebih maju dalam hal ini, karena lebih berani menjadikan esports sebagai bagian dari multi-sports event.

Esports sudah jadi bagian multi-sports event sejak Asian Games 2018 sebagai pertandingan eksibisi. SEA Games 2019 malah langsung menjadikan esports sebagai cabang bermedali.

Sementara Olimpiade?

Multi-sports event tingkat dunia tersebut masih tidak yakin mempertandingkan esports karena unsur kekerasan yang ada di dalamnya. Sebagai gantinya, mereka menghadirkan Olympic Virtual Series yang mempertandingkan olahraga virtual. Pertandingan itu pun merupakan pertandingan terpisah, sehingga para pemenangnya tidak mendapatkan medali.

Indonesia diwakili oleh BenzerRidel, secara mengejutkan berhasil meraih medali emas dari cabang Clash Royale | Sumber Gambar – Tempo

Kedua, setelah dipastikan jadi bagian dari multi-sports event, panitia harus diskusi lagi untuk menentukan game apa yang ditandingkan di dalamnya.

Judul game yang dipertandingkan kerap berubah-ubah, apabila kita melihat dua tahun perjalanan esports di multi-sports event.

Contohnya dari sisi MOBA di mobile: Asian Games Jakarta Palembang 2018 hanya mempertandingkan AOV sementara SEA Games Filipina 2019 mempertandingkan AOV dan Mobile Legends 2019.

Mengutip pembahasan NPR, memang, salah satu kriteria terpilihnya suatu olahraga untuk dipertandingkan di multi-sports event adalah dari tingkat popularitas olahraga tersebut di negara tuan rumahnya.

Jadi apa jawaban terhadap pertanyaan di atas? BISA JADI, jawabannya karena Tiongkok selaku tuan rumah tidak menganggap Mobile Legends populer di Tiongkok. Alhasil hanya AOV saja (yang memang luar biasa populer di Tiongkok dengan judul Kings of Glory) terpilih sebagai cabang pertandingan.

Wah, berarti ini waktunya bagi kamu untuk mempersiapkan diri menghadapi Asian Games Hangzhou 2022 yang akan diadakan di tahun depan! Semoga saja nantinya Indonesia bisa mendapatkan pencapaian yang gemilang di pertandingan tersebut yaaa.

More Stories
RBL Fearless diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita.
Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, RBL Fearles Dipecat!