10 Fakta Byakuya Kuchiki Bleach: Calon Kapten Komandan Selanjutnya!?

Byakuya adalah salah satu karakter paling populer dalam Bleach, karena penampilannya yang keren dan pembawaannya yang tenang,

Memiliki marga yang sama dengan Rukia, Kuchiki, menandakan kalau Byakuya dan Rukia berasal dari keluarga yang sama.

Meskipun Rukia memanggil Byakuya kakak, tetapi ternyata Byakuya bukanlah kakak kandung Rukia?

Selain itu, ini dia 10 fakta Byakuya Kuchiki yang menarik untuk diketahui oleh para fans Bleach!

1. Byakuya Adalah Anggota Klan Bangsawan “Kuchiki”

Byakuya berasal dari klan Kuchiki, satu dari empat klan bangsawan besar yang berada di Soul Society.

Byakuya sendiri adalah kepala klan Kuchiki ke-28. Sebagai simbol kepala klan, dia mengenakan aksesoris bernama kenseikan di kepalanya. Tiga buah kenseikendipasang di bagian atas kepalanya, sementara dua lainnya terpasang di bagian kiri kepalanya.

2. Mengenakan Syal yang Sangat Mahal

Selain mengenakan aksesoris di kepalanya, salah satu aksesoris ikonik Byakuya adalah syal yang dia kenakan.

Syal tersebut bernama Ginpaku Kazahana no Uzuginu, dan merupakan syal yang diberikan secara turun temurun kepada para kepala klan Kuchiki.

Meskipun terlihat seperti syal biasa, tetapi syal ini sangat mahal, lho!

Dalam Bleach Official Character Book Souls, diceritakan kalau sehelai syal ini bisa digunakan untuk membeli 10 rumah mewah (mansion) di Seireitei!

3. Byakuya Kuchiki Kenal dengan Ayah Ichigo Kurosaki

Menariknya, Byakuya menjabat sebagai kapten divisi 6 ketika Isshin Shiba, (ayah Ichigo) sedang menjabat kapten divisi 11.

Dalam salah satu kilas balik, kamu bisa melihat sosok Byakuya di panel ketika Isshin Shiba sedang memberi laporan kepada Genryuusai mengenai sosok hollow misterius yang menyerangnya.

4. Ia Adalah Kakak Ipar Rukia Kuchiki

Meskipun sering memanggil Byakuya dengan sebutan kakak, tetapi ternyata Rukia Kuchiki bukan adik kandung Byakuya, lho!

Rukia awalnya mengira kalau dia adalah adik angkat Byakuya, karena ‘diadopsi’ ketika masih berada di akademi.

Kenyataannya, Rukia adalah adik ipar Byakuya. Ya, Byakuya menikah dengan kakak kandung Rukia (yang dalam manga diceritakan telah meninggal).

Kakak kandung Rukia bernama Hisana Kuchiki.

Pada saat Rukia masih bayi, Hisana merasa tidak sanggup untuk membesarkan Rukia. Dia pun meninggalkan Rukia seorang diri. Setelahnya, Hisana bertemu dengan Byakuya dan mereka menikah.

5. Alasan Dia Mengeksekusi Rukia

Meskipun adiknya sendiri, tetapi Byakuya tidak bertindak untuk menggagalkan eksekusi Rukia.

Byakuya memutuskan untuk tunduk pada peraturan, karena dia telah bersumpah di depan makan kedua orang tuanya untuk tidak lagi melanggar aturan.

Byakuya pernah melanggar aturan bangsawan, yaitu larangan menikahi orang biasa. Pelanggaran itu dilakukan Byakuya saat ia memutuskan menikahi Hisana.

Tidak sampai di situ, dia juga melanggar aturan dengan mengadopsi Rukia karena janjinya kepada Hisana.

Sesungguhnya, Byakuya pun ragu untuk mengeksekusi Rukia karena dia berjanji pada Hisana untuk melindungi Rukia.

6. Byakuya Kuchiki Sempat Menghalangi Rukia untuk Naik Pangkat

Byakuya berjanji untuk melindungi Rukia, makanya ia menjadi kakak yang over-protective.

Demi melindungi Rukia, Byakuya bahkan mencegah supaya Rukia naik pangkat di divisi 13. Karena, jika Rukia naik pangkat, maka Rukia akan dikirim untuk menjalankan misi-misi yang berbahaya.

Akan tetapi, pada akhirnya Byakuya mengakui kekuatan Rukia. Di akhir kisah Bleach, Rukia akhirnya menjabat sebagai seorang kapten divisi 13.

7. Murid Yoruichi Shihouin

Byakuya dikenal sebagai salah satu Shinigami tercepat karena menguasai shunpo—teknik yang bisa membuatnya bergerak dengan cepat. Menariknya, dulunya Byakuya berlatih shunpo kepada Yoruichi Shihouin, Shinigami tercepat di seantero Soul Society.

8. Byakuya Kuchiki Kebal Terhadap Teknik yang Mengendalikan Dirinya

Dari semua Shinigami yang ada, Byakuya mungkin adalah Shinigami yang banyak melawan musuh berkemampuan memanipulasi psikologi.

Byakuya pernah melawan: 1) Zommari Rureaux, Espada #7 berkemampuan mengendalikan bagian tubuh seseorang; 2) Shukuro Tsukishima, seorang Fullbringer yang mampu mengubah ingatan masa lalu; 3) PePe Waccabraa, Quincy yang mampu membuat orang jadi jatuh cinta dan tunduk kepadanya.

Dari semua lawan tersebut, Byakuya selalu menemukan cara untuk mengendalikan dirinya.

Ketika melawan Zommari, dia tidak segan menebas tangan dan kakinya sendiri yang dikendalikan. Saat melawan Tsukishima, dia tetap melawan Tsukishima yang telah mengubah ingatannya dengan alasan karena Tsukishima adalah musuh Ichigo.

Terakhir ketika melawan PePe, Byakuya tidak terpengaruh oleh kekuatan PePe dengan membuat dirinya tetap tenang dan fokus melawan PePe.

9. Kelemahan Zanpakutou Miliknya, Ternyata Sang Lawan Harus Mendekat?

Senbonzakura merupakan zanpakutou dengan jangkauan serang yang luas dan daya rusak yang luar biasa.

Tapi bukan berarti tanpa kelemahan, lho! Salah satu kelemahan Senbonzakura dieksploitasi oleh Tsukishima.

Tsukishima mengatakan kalau Byakuya selalu membuat ‘batasan aman’ (yang disebut Hurtless Area), yaitu area yang dibuat agar Senbonzakura tidak melukainya sendiri.

Tsukishima pun mengetahui cara menghadapi Byakuya setelah tahu soal konsep Hurtless Area. Jadi, alih-alih menjauh, ia memilih mendekat supaya masuk ke area tersebut.

Akhirnya mau tidak mau, Byakuya jadi harus melukai dirinya sendiri apabila ingin mengalahkan musuhnya.

10. Calon Kapten Komandan Selanjutnya

Disebutkan dalam novel Bleach: Can’t Fear Your Own World kalau Byakuya adalah calon kuat kapten komandan Gotei 13 selanjutnya; menggantikan Shunsui Kyoraku yg menjadi kapten setelah Genryuusai tewas.

Mengetahui fakta ini, berarti bisa dibilang Byakuya jadi salah satu shinigami terkuat. Mungkin tidak setara seperti Genryuusai, tapi Byakuya menyimbangkan dengan ketenangan serta kebijaksanaannya yang juga tak kalah hebat.

Memang karakter yang satu ini sih keren banget dan begitu berpotensi. Tak heran kalau Byakuya akhirnya bisa sampai dicalonkan jadi Kapten Komandan.

More Stories
Rekap Akhir MPL Season 10: EVOS Legends Gagal Melaju ke Playoff