Valve Umumkan Steam Deck, si PC Gaming Rasa Nintendo Switch

YODU Circle – Lama ditunggu, Valve akhirnya mengumumkan Steam Deck. Konsol yang satu ini terlihat mirip Nintendo Switch, tapi sebenarnya sebuah PC portable

Setelah banyak rumor beredar soal Valve akan buat konsol mirip Nintendo Switch, akhirnya kini Steam Deck pun diumumkan.

Steam Deck adalah jawaban Valve atas rumor-rumor tersebut, yaitu sebuah PC Gaming yang dibuat portable layaknya sebuah konsol Nintendo Switch.

Konsol buatan Valve ini akan dirilis dalam 3 versi storage. Berikut daftar harga Steam Deck.

  • US$399 (Sekitar Rp5,8 juta) – 64GB eMMC
  • US$529 (Sekitar Rp7,7 juta) – 256GB NVMe SSD
  • US$649 (Sekitar Rp9,3 juta) – 512GB NVMe SSD

Seperti yang kalian lihat, masing-masing harga menawarkan ukuran dan teknologi storage yang berbeda-beda. Versi termurah hanya akan mendapat storage eMMC saja. Sementara itu, kamu akan mendapat NVMe SSD yang lebih cepat apabila memilih versi yang lebih mahal.

Steam Deck sudah memulai masa pre-order hari ini. Namun, konsol tersebut baru akan diterima para pembelinya sekitar bulan Desember 2021 mendatang.

Akankah Steam Deck Menjadi Konsol Idaman?

Dari sisi Teknologi, Steam Deck menggunakan APU milik AMD. Accelerated Processing Unit tersebut merupakan sebuah prosesor custom hasil kerja sama AMD dengan Valve khusus untuk Steam Deck.

Berikut rincian teknis prosesor Steam Deck

  • AMD APU
  • CPU: Zen 2 4c/8t, 2.4-3.5GHz (up to 448 GFlops FP32)
  • GPU: 8 RDNA 2 CUs, 1.0-1.6GHz (up to 1.6 TFlops FP32)
  • APU power: 4-15W

Selain itu, Steam Deck sendiri sebenarnya tidak bisa dibilang sebagai konsol, melainkan lebih seperti sebuah komputer portable. Tentu saja Valve memasang sebuah OS khusus yang hanya menjalankan aplikasi Steam saja.

Tetapi, CNET mengatakan kalau pengguna bisa saja wipe seluruh isi Steam Deck lalu meng-install Windows di dalamnya.

Steam Deck juga dapat digunakan dengan dock agar tampil ke dalam layar monitor. Namun ada sedikit perbedaan metode docking jika dibandingkan dengan Nintendo Switch.

Pada Steam Deck, pengguna bisa melakukan docking dengan menggunakan kabel USB Type-C jenis apapun. Selain itu, Steam Deck juga mendukung penggunaan mouse dan keyboard yang membuatnya jadi sebuah komputer.

Dari sisi ketersediaan game, tentu saja Steam Deck kompatibel dengan seluruh game yang tersedia di dalam Steam.

Namun, kalau konsol ini dibilang sebagai pesaing Nintendo Switch, sepertinya sih tidak. Hal tersebut mengingat Nintendo masih punya satu senjata pamungkasnya, yaitu game-game yang eksklusif tersedia di Switch seperti Zelda atau Mario.

Menurut kamu bagaimana? Apakah Steam Deck merupakan sebuah konsol idaman? Atau justru malah desainnya justru kurang memuaskan?

More Stories
MAJAMOJO Luncurkan Boxing Star: KO Master dan Gerakan #HidupkanTinjuIndonesia