Inilah 5 Fakta The Witcher yang Jadi Asal Usul Cerita Serial Netflixnya!

The Witcher merupakan karakter fiksi yang menjadi bintang utama dari novel yang dikarang oleh Andrzej Sapkowski. Novel ini pertama kali diterbitkan sebagai cerita pendek pada tahun 1986 dengan mengangkat kisah Geralt of Rivia, seorang Witcher legendaris yang dikenal sebagai Gwynbleidd (bahasa Elder Speech yang berarti White Wolf) dan Butcher of Blaviken.

Tugas utama seorang Witcher adalah memburu monster-monster yang dijadikan bounty oleh kerajaan atau penduduk sekitar. Selain fungsi tersebut, seorang Witcher juga kerap terlibat dalam konflik kerajaan ataupun geopolitik.

Karena banyak fakta lain yang tidak diungkap di dalam game, maka kami memutuskan untuk membuat beberapa 5 fakta The Witcher yang Jadi Asal Usul Cerita Serial Netflixnya ini!

1. Proses Pembuatan Witcher

The Witcher: Nightmare of the Wolves

Seperti yang kami sebutkan di pembukaan, para Witcher diciptakan untuk memburu para monster. Agar membuat mereka menjadi sekuat monster, para Witcher harus menjalani latihan yang ketat, berbagai macam ujian, plus diubah menjadi mutan dengan alkimia.

Latihan mungkin menjadi salah satu kewajiban yang paling ringan. Meskipun banyak yang berakhir dengan cedera ringan hingga berat ketika melakukan sparring.

Sebaliknya untuk bagian ujian atau trials, para calon Witcher biasanya berhadapan dengan ancaman sungguhan. Mulai dari bahaya keracunan ketika mereka dicekoki ramuan berbahaya, hingga serangan para monster ketika mereka dilepas tanpa senjata untuk menjalani Trial of Forest.

Para Wraith di Trial of Forest

Proses “mutanisasi” juga terhitung sangat berbahaya. Proses yang disebut sebagai “Trial of the Grasses” ini melibatkan berbagai ramuan yang biasanya mematikan bagi manusia. Ramuan tersebut terdiri dari, Corn Lily, Nightshade, Speargrass, Wildrye dan Wolfsbane. Kemudian dilanjutkan lagi dengan ramuan Mutagenic Elixirs dan zat putih telur dari monster yang disebut sebagai Pale Widow.

Hanya 3 sampai 4 dari total 10 anak yang berhasil lolos dari proses mengerikan tersebut. Bila mereka berhasil melewati tujuh hari yang penuh siksaan tersebut, mereka akan terbangun sebagai mutan yang memiliki panca indra lebih tajam, gerakan lebih gesit, dan umur lebih panjang.

2. Kenapa Witcher Diciptakan?

Monster Hibrida

Semua orang tahu kalau Witcher diciptakan untuk memburu monster yang berkeliaran di kontinen. Tapi aslinya para Witcher diciptakan untuk tujuan yang sedikit lebih personal.

Pada awalnya para Sorcerer dan Wizard menciptakan monster-monster hibrida yang sangat kuat sehingga sulit dikalahkan oleh seorang Knight aandal atau Champion sekalipun. Merasa kewalahan dengan ciptaan mereka sendiri, para Sorcerer dan Wizard akhirnya memutuskan untuk membuat pasukan yang bisa dideskripsikan sebagai hibrida manusia dengan kekuatan monster.

Para manusia hibrida tersebut dikenal sebagai Witcher. Pada awalnya mereka memburu monster-monster yang diciptakan para Sorcerer dan Wizard. Lama-kelamaan, mereka memburu dan mengerjakan apapun asal mendapat bayaran yang setimpal.

Mage Pembuat Witcher di Kaer Morhen

Proses penciptaan Witcher itu sendiri merupakan produk sampingan dari proses alkimia yang mereka lakukan untuk menciptakan monster-monster hibrida. Jadi bisa dibilang, Sorcerer dan Wizard yang memegang proses penciptaan Witcher adalah sosok yang penting dan berharga.

Populasi Witcher semakin berkurang karena jarangnya Sorcerer dan Wizard yang menguasai proses alkimia untuk membuat seorang Witcher. Bahkan, School of the Wolf saja kehilangan Wizard mereka ketika terjadi penyerbuan ke Kaer Morhen yang terjadi di era Vesemir sang Witcher tua.

3. Sekolah para Witcher

Kebanyakan kisah di dalam novel The Witcher fokus pada School of the Wolf yang terletak di Kaer Morhen. Tapi sebenarnya, ada banyak sekolah Witcher lain yang tersebar di seluruh penjuru kontinen.

Total ada enam sekolah lain di luar School of the Wolf. Mereka adalah School of the Cat, School of the Griffin, School of the Bear, School of the Viper, School of the Manticore, dan School of the Crane.

Sekolah-sekolah ini terbentuk karena berbagai hal, tapi biasanya disebabkan adanya pihak yang tidak setuju dengan keputusan sekolah atau grandmaster sebelumnya sehingga akhirnya mereka memutuskan memisahkan diri.

Sampai detik ini, tidak dijelaskan sekolah Witcher mana yang pertama. Tapi, kemungkinan besar School of the Wolf yang pernah ditinggali para Sorcerer dan Wizard selama beberapa waktu sebelum adanya Witcher adalah sekolah pertama tersebut.

4. The Law of Surprise

Ciri Sebagai Hadiah The law of surprise

‘The Law of Surprise’ merupakan salah satu metode pembayaran seorang Witcher apabila si penyewa jasa tidak punya uang untuk membayarnya. Konsep tersebut merupakan sebuah kebiasaan di dunia The Witcher yang berakar dari cerita rakyat Polandia dan negara-negara Slavic (Russia, Eropa Timur, dan sekitarnya).

Peraturan ini disebut sebagai The Law of Surprise karena hadiahnya akan membuat terkejut salah satu pihak. Dalam peraturan ini, hadiah yang diberikan haruslah suatu hal yang tidak diketahui oleh salah satu atau kedua pihak. Sang Witcher boleh meminta satu dari dua pilihan Law of Surprise.

Permintaan yang pertama adalah “The first thing that comes to greet you”. Pada jenis permintaan pertama, sang penyelamat boleh meminta sesuatu hal yang “pertama kali menyambut” si terselamat saat ia pulang, misalnya anjing peliharaan sang terselamat

Sedangkan yang kedua adalah “What you find at home yet don’t expect”. Jenis permintaan kedua bisa diartikan bahwa sang penyelamat boleh meminta sesuatu milik si terselamat, tapi sang penyelamat tidak boleh meminta suatu benda secara spesifik.

Seorang anak perempuan bernama Ciri adalah contoh bentuk bayaran yang diterima seorang Witcher melalui permintaan kedua dalamThe Law of Surprise.

Ciri adalah hadiah bagi Geralt setelah ia meminta bayaran dengan The Law of Surprise kepada Duny dan Pavetta. Ciri menjadi hadiah karena ia adalah suatu hal yang tidak diketahui Duny (ayahnya Ciri) tapi Geralt mengathuinya dari Pavetta (ibunya Ciri).

5. Cerita Setelah Novelnya

Seluruh Novel The Witcher

Banyak hal yang terjadi pada kehidupan Geralt of Rivia, tetapi apa yang terjadi di dalam gamenya ternyata berlangsung beberapa tahun setelah bagian akhir dari novel The Lady of the Lake.

Pada bagian awal The Witcher diceritakan bagaimana Geralt dan Yennefer yang berhasil selamat dari pembantaian inhuman berkat kekuatan Ciri. Anak angkat mereka tersebut membawa Geratl dan Yennefer ke dunia lain untuk hidup bahagia selamanya.

Setelah hidup bertahun-tahun secara damai, ternyata posisi mereka diketahui para Wild Hunt yang menginginkan Ciri yang memiliki Elder Blood.

Untuk menjalankan niatnya, para Wild Hunt akhirnya menculik Yennefer dan memaksa Geralt untuk bekerja pada Wild Hunt dan kembali ke dunia manusia.

Setelah berhasil kembali ke dunia manusia, Geralt ternyata kehilangan ingatan karena efek samping berhubungan dengan para Wild Hunt. Hal yang sama rupanya terjadi juga dengan Yennefer. Untunglah Geralt bertemu dengan Triss Merigold dan Vesemir sehingga ingatannya pulih lebih cepat.

Sementara itu Yennefer yang dipaksa kembali ke dunia manusia mengalami hilang ingatan yang lebih parah dari Geralt sehingga harus dibantu oleh mage yang ahli.

Nah itulah tadi 5 fakta penting yang ada di seri The Witcher. Sekadar informasi, season pertama dari serial TV The Witcher menggunakan cerita yang muncul di novel Blood of Elves dan Time of Contempt. Sementara season keduanya yang bakal disiarkan di bulan Desember 2021, diperkirakan akan menceritakan tiga buku lainnya yang tersisa.

More Stories
7 Perbedaan PUBG MOBILE vs PUBG MOBILE LITE: Ternyata Beda Server?