Review ROG Flow X13: Bisa Jadi Tablet dan Kencang Berkat Ryzen 9

Bulan Mei 2021 lalu, ASUS meluncurkan laptop ROG Flow X13. Laptop ini terbilang agak di luar dari kebiasaan brand ROG. Alih-alih menciptakan laptop gaming yang bongsor, ASUS menciptakan ROG Flow X13 menjadi laptop ultrabook yang tipis namun tetap powerful untuk gaming.

Bagaimana performa dari laptop ini? Lalu, bisa apa saja si ROG Flow X13 yang menggunakan prosesor Ryzen 9 5800HS ini? Langsung saja simak ulasannya di artikel ini.

Agar lebih mudah, kamu bisa klik tombol-tombol daftar isi bawah ini untuk langsung menuju ke sub-pembahasan spesifik dari ROG Flow X13 dan menekan tombol yang ada di sisi kanan bawah layar kamu untuk kembali ke paragraf awal.

Berikut review ROG Flow X13:

1. Spesifikasi

OSWindows 10 Home – ASUS recommends Windows 10 Pro for business (Free upgrade to Windows 11, when available)
ProsesorAMD Ryzen™ 9 5980HS Processor 3.1 GHz (16M cache, up to 4.8GHz)
GPUAMD Radeon integrated graphics
NVIDIA GeForce GTX 1650 Max-Q (4GB)
RAM32GB LPDDR4X/4266 in dual-channel mode
Display– 13.4-inch WQUXGA (3840 x 2400) IPS60Hz refresh rate
– 16:10 ratio
– 116% sRGB
– 85% DCI-P3
– 300-nits brightness
– Adaptive Sync
– Pantone Validated
– Support Stylus: Yes
Storage1TB M.2 2230 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD
NetworkWi-Fi 6(802.11ax)+Bluetooth 5.1 (Dual band) 2*2;(*BT version may change with OS upgrades.)
I/O Ports1x 3.5mm Combo Audio Jack
1x HDMI 2.0b
1x USB 3.2 Gen 2 Type-A
1x ROG XG Mobile Interface
2x Type C USB 3.2 Gen 2 with Power Delivery and Display Port
Baterai62WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion
Dimensi (Panjang x Lebar x Tinggi)29.9 x 22.2 x 1.58 ~ 1.58 cm (11.77″ x 8.74″ x 0.62″ ~ 0.62″)
Lain-lainBacklit keyboard
eGPU support via ROG XG Mobile
Dolby Atmos
AI mic noise-canceling
Built-in array microphone
2x 1W speaker with Smart Amp Technology
Fingerprint scanner

2. Desain, Estetika, dan Build Quality

Pada bagian ini, pembahasan desain akan lebih menitikberatkan kepada urusan fungsi sementara bagian estetika kepada urusan keindahan.

Secara umum, ROG Flow X13 ini memang dirancang memiliki estetika ultrabook gaming. Jadi, laptop ini pun punya tampilan minimalis nan profesional layaknya ultrabook, namun tetap memiliki kesan gaming.

ROG Flow X13 ini menggunakan gaya visual carbon fiber hampir di seluruh bagian body-nya. Cover belakang, area palm rest dekat keyboard, sampai touchpad semuanya memiliki garis diagonal layaknya sebuah carbon fiber.

Sebagai pelengkap, ROG Flow juga menyertakan tag branding “Republic of Gamers” yang nemplok manis di pojok kiri bawah layaknya di seri ROG Zephyrus.

ROG Flow X13 berhasil mempertahankan looks profesional yang kalem namun tetap mempertahankan kesan gaming lewat estetika carbon fiber.

Pemilihan font keyboard mungkin hanya jadi satu-satunya kekurangan sisi estetika dari ROG Flow X13. Font bergaya robot futuristik ini, walau memang ciri khas ROG, tapi membuat ROG Flow X13 justru terlihat kurang modern untuk zaman tahun 2021.

Untungnya (atau malah apesnya), keyboardnya hanya dibalut LED putih saja yang membuat ROG Flow X13 ini jadi semakin terlihat minimalis. Tapi, hal ini juga sebenarnya bisa jadi kekurangan sih, terutama bagi gamers yang memang sudah terbiasa dengan LED eR Ge Beh berwarna semarak.

Dari sisi desain, satu hal yang paling saya komentari adalah penempatan tombol powernya yang berukuran kecil di sisi samping kanan laptop.

Gara-gara desainnya, nasib tombol ini jadi serba salah; susah ditekan kalau sedang dicari tapi malah kepencet kalau ingin colok USB.

Lalu, desain tombol keyboard di ROG Flow X13 ini juga jadi satu hal yang patut diapresiasi dari ASUS.

Tombol arah yang semi-fullsize, beserta tombol-tombol tambahan di bagian F-row membuat laptop ini jadi lebih paten untuk dipakai kerja profresional.

Satu kekurangannya adalah shortcut Fn yang justru tidak mencerminkan laptop ini sebagai laptop profesional. Tapi wajar saja, namanya juga Ultrabook Gaming. Makanya ROG Flow X13 coba memenuhi kebutuhan profesional dan gaming di bagian F-rows yang terbatas jumlahnya.

3. Dimensi dan Bobot

Laptop ini memiliki dimensi panjang x lebar 29.9 x 22.2 cm dengan bobot tidak sampai 1,3 kg dan ketebalan sekitar 1,58 cm. Memiliki ukuran tersebut, membuat ROG Flow X13 menjadi laptop dengan mobilitas yang sangat tinggi.

Berkat bobotnya yang ringan, ROG Flow X13 jadi bisa dibawa ke mana-mana tanpa membuat kita jadi sakit punggung saat memboyongnya. Dimensinya yang minimalis juga membuat laptop ini jadi punya looks yang profesional dan smart.

4. I/O Ports

ROG Flow X13 memiliki I/O ports berupa: 1 buah 3.5mm Combo Audio Jack, 1 buah HDMI 2.0b, 1 buah USB 3.2 Gen 2 Type-A, 1 buah ROG XG Mobile Interface, dan 2 buah Type C USB 3.2 Gen 2 with Power Delivery and Display Port.

Walaupun tergolong sebagai laptop ultrabook, ROG Flow X13 tetap menyajikan I/O Ports yang lengkap. Walau mungkin satu yang disayangkan adalah jumlah USB tipe A yang hanya ada satu buah saja. Tapi, setidaknya ada 2 buah USB type C yang hadir sebagai penggantinya.

5. Keyboard dan Touchpad

Soal keyboard dan touchpad ini yang juga tak kalah menarik untuk dibahas. Review laptop rasanya seperti tidak lengkap apabila kita tidak menilai kenyamanan keyboard dan touchpadnya.

Pertama-tama keyboardnya. Seperti yang saya katakan di awal, keyboard laptop ini punya desain yang sudah cukup memenuhi kebutuhan profesional walau punya estetika ala gamers.

Lalu bagaimana dengan kenyaman keyboardnya? Amat disayangkan, keyboard laptop ROG Flow X13 ini masih terasa seperti kebanyakan laptop Asus lainnya.

Travel distance keyboard terasa cukup tebal dan berat ketika ditekan yang mungkin akan membuat kita jadi kurang nyaman apabila menggunakannya pada jangka waktu lama.

Lalu bagaimana dengan touchpad-nya? Di bagian ini baru saya terkesima pada Asus. Touchpad di laptop ROG Flow X13 terasa sangat akurat sekali. Setiap swipe dan gesture yang saya lakukan terasa begitu akurat dan halus transisinya.

Lalu kalau soal ukuran, touchpad laptop ini bisa dibilang masuk golongan ukuran standar saja; tidak jumbo tapi juga tidak kekecilan.

6. Display

Laptop ini memiliki display IPS berukuran 13,4 inch dengan rasio 16:10 dan resolusi 4K. Benar Anda tidak salah baca, resolusi FOUR … K, resolusi yang tergolong overkill untuk ukuran display-nya yang 13,4 inch.

ROG Flow X13 juga punya sertifikat lengkap dari sisi keakuratan warnanya. Display ROG Flow X13 ini sudah memiliki sertifikat Pantone Validated, dengan teknis berupa 116% sRGP dan 85% DCI-P3.

Sayang, sebagai kompensasi keakuratan warna yang super lengkap, ROG Flow X13 jadi harus merelakan refresh rate laptopnya. ROG Flow hanya menggunakan refresh rate 60Hz yang mungkin akan mengecewakan para gamers.

Lalu sebagai tambahan, laptop ini juga memiliki display touchscreen yang bisa dimainkan dengan menggunakan stylus.

Ditambah lagi, layar laptop juga bisa diputar 360 dan digunakan sebagai tablet ataupun diputar menjadi tent mode. Berkat dua fitur itu dan keakuratan warna display-nya, kamu para artist mungkin jadi bisa mempertimbangkan menggunakan ROG Flow X13.

7. Hasil Benchmark

Untuk Benchmark, seperti pada umumnya, saya menggunakan 3D Mark Firestrike dan Time Spy serta PC Mark 10. Dari segi skor, kita bisa melihatnya sendiri pada galeri gambar di atas.

“Kenapa skor-nya kalah dengan laptop lain?”

Wajar. Laptop ini memang dirancang sebagai ultrabook gaming. Dari sisi spesifikasi, kita bisa lihat bahwa laptop ini memang cenderung lebih kencang prosesornya.

Maka dari itu, jadi tidak heran kalau ROG Flow X13 kalah kalah kencang dari sisi benchmark 3D Mark. Namun, kita juga bisa lihat sendiri bagaimana laptop ini menjulang skornya dari sisi PC Mark 10 yang memang lebih mengandalkan CPU.

8. Performa Gaming dan Suhu

Bagaimana dengan performa gaming-nya? Secara default, ROG Flow X13 ini menggunakan GPU GeForce GTX 1650 Max-Q 4GB. Jadi, tentunya kita tidak bisa mengaharapkan performa gaming yang terlalu berlebihan.

Ingin performa gaming yang lebih mantap untuk laptop ini? ASUS sendiri menyediakan ROG XG, sebuah external GPU yang bisa dicolok langsung ke colokan khusus yang ada di laptop ini.

Terlepas dari semua itu, performa gaming si ROG Flow X13 ini sebenarnya lumayan … banget; terutama untuk ukuran laptop ultrabook gaming.

Main Genshin Impact? Aman. Performanya bisa mencapai 60 fps asalkan menggunakan resoulsi 1080p dan setting lowest.

Gaming AAA? Kami coba Assassin’s Creed Valhalla dan Cyberpunk 2077. Keduanya juga berjalan aman di 30an fps lebih. Lagi-lagi, kamu memang harus sedikit menurunkan resolusi ke 1080p dan menggunakan pengaturan grafis lowest.

Gaming esports? VALORANT dan Dota 2 sih bisa dilahap dengan mudah. Keduanya berjalan dengan rata-rata fps di atas 100. PUBG: Battleground agak sedikit berat. Tapi masih bisa tembus di atas 60 fps dengan pengaturan 1080p dan setting low.

Lalu bagaimana dengan suhunya. Kalau dilihat menggunakan software, suhu dari laptop ini sebenarnya terbilang cukup stabil walau suhunya memang tinggi.

Tetapi, terlepas dari apa kata software, saya merasa panas laptopnya terbilang cukup mengkhawatirkan saat menyentuh permukaannya.

Saat digunakan untuk gaming, laptop akan terasa panas di area pojok kiri atas laptop. Panasnya jadi mengkhawatirkan, karena sempat ada satu momen saya merasakan suhu setara panas setrikaan saat menyentuh bagian tersebut.

Tapi panas seperti itu sebenarnya memang masuk akal, mengingat form factor laptop ini adalah ultrabook tipis. Walau ada embel-embel gaming, saya tetap tidak menyarankan menggunakan laptop ini untuk gaming hardcore.

Laptop khusus gaming yang tebal tetap lebih cocok untuk kebutuhan gaming hardcore, karena laptop itu punya ruang dan komponen cooling yang lebih baik. Walaupun begitu, kekurangannya laptop gaming tebal adalah bobotnya yang berat.

Jadi, kalau yang kamu cari adalah laptop tipis tapi biasa digunakan untuk gaming, kombinasi ROG Flow X13 dengan external GPU ROG XG sepertinya bisa jadi pilihan yang lebih baik … Kalau dana kamu berlebihan sekali, karena banderol harga ROG Flow X13 dengan external GPU-nya mencapai Rp60 jutaan.

9. Storage

Laptop ini menggunakan SSD M.2 NVME1.4 dengan ukuran sebesar 1TB. Terlepas dari ukuran SSD-nya, ROG Flow X13 juga menyajikan SSD yang sangat cepat.

Seperti yang bisa kita lihat pada gambar di atas, SSD ini punya kemampuan read hingga 2455 MB/s dan write hingga 1971 MB/s. Jadi, berbagai aktivitas komputasi tentunya bisa berjalan dengan mulus sekali di laptop ini.

10. Baterai

Untuk uji coba baterai, saya menggunakan pengaturan yang banyak dilakukan oleh reviewers di luar sana. Saya menyetel film resolusi 1080p dengan brightness 80% dan suara dimatikan.

Baterai dari ROG Flow X13 sendiri adalah sebesar 62 Watt Hours. Setelah saya coba menjalankan benchmark dengan metode demikian, baterai dari ROG Flow X13 sendiri habis dalam durasi 2 jam 41 menit.

Namun kembali lagi, durasi baterai biasanya cenderung relatif dengan skenario penggunaan. Baterai laptop tentunya akan bertahan lebih lama apabila hanya digunakan untuk penggunaan office ringan seperti memproses dokumen, sheet, dan lain-lain.

Tapi, baterai tentu akan habis lebih cepat apabila kamu mengerjakan sesuatu yang cenderung lebih demanding seperti mengedit foto ataupun video.

Untuk kecepatan charging, ROG Flow X13 butuh waktu selama 1 jam 58 menit untuk charging dari 0 hingga 100%. Waktu charging tersebut tergolong cepat. Apalagi charging dari 0 – 100% juga bukan skenario sehar-hari yang umum.

11. Kesimpulan

Oke … dengan banderol harga di kisaran 23 hingga 25 juta rupiah, apakah laptop ini worth it untuk dibeli?

Jawabannya, enggak worth it! … Kalau kamu adalah gamers hardcore.

Seperti sudah kita bahas sejak awal, ROG Flow X13 ini adalah laptop ultrabook gaming. Main game sih bisa banget di laptop ini. Tapi saran saya sih, jangan terlalu sering atau menjadikan laptop ini sebagai device gaming utama.

Menggunakan prosesor Ryzen 9 dan dilengkapi dengan berbagai sertifikat keakuratan warna, laptop ini sebenarnya lebih ditujukan untuk para kreator konten. Sertifikat keakuratan warna tersebut tentunya akan sangat membantu para kreator konten visual, seperti untuk desain grafis, 3D, digital art, atau kreator konten video.

Bentuk laptop yang bisa diubah menjadi tablet dan digunakan dengan menggunakan stylus juga akan semakin memanjakan kreator digital art. Walaupun secara umum, ekosistem Windows sendiri terbilang masih punya banyak kekurangan untuk kebutuhan kreasi konten visual.

Kekurangan di laptop ini sih sebenarnya cuma satu dan hanya penilaian subjektif saya belaka. Kekurangan itu adalah estetika keyboard yang seakan mematahkan estetika keseluruhan yang sudah apik.

Jadi, dari skor 1-10, saya mungkin akan kasih skor laptop ini 8.5. Secara umum laptop ini sudah serba lengkap! Performa kencang, layar mantap, dan lalu disempurnakan dengan estetika dan desain laptop minimalis yang kalem nan garang.

Apakah laptop ini worth it untuk dibeli? Kalau kamu adalah kreator konten profesional yang juga suka gaming, tentu saja jawabannya adalah worth it!

More Stories
PKCL Twins, Perpaduan NFT dan Dress-Up Game dari Jepang Dirilis Resmi Hari Ini!